Mp3

Kamis, 12 Mei 2016

EKUITAS DALAM SEKURITAS EKUITAS


Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan dating.

Investasi sementara ini umumnya berupa surat berharga (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya)
Tujuannya utuk menanamkan kas ynag untuk semetara waktu tidak terpakai dalam kefiatan bisnis perusahaan.
Investarsi sementara adalah adalah investasi yang dapat segera dicairkan atau didanai dari kelebihan dana yang bersifat sementara yang dimiliki oleh perusahaan yang dimaksudkan untuk dimiliki selama dua belas bulan atau kurang.

Investasi sementara dan jangka panjang di perusahaan dalam sekuritas seperti saham dan obligasi adalah merupakan salah satu alternatif penanaman dana. Apabila sebuah perusahaan mempunyai kelebihan dana, maka manajemen yang efesien tidak akan membiarkan dana tersebut menganggur begitu saja. Dana dapat ditanamkan dalam berbagai bentuk, misalnya ditanamkan dalam aktiva-aktiva tertentu yang harganya cenderung seperti emas atau tanah.

Bentuk investasi jangka pendek :
=>Investasi jangka pendek dalam saham.
Saham : surat bukti ikut menanamkan modal dalam suatu perusahaan yang berbentuk PT (Perseroan Terbatas).
Investasi >> Pendapatan >> Deviden
=>Investasi jangka pendek dalam obligasi.
Obligasi : surat bukti telah memberikan pinjaman kepada pihak yang menerbitkan obligasi dan harus dilunasi pada tanggal jatuh temponya.
Pembelian Obligasi >> Pendapatan >> Bunga Obligasi
Sarana investasi jangka pendek :
=>Jasa Giro
Jasa giro merupakan produk perbankan yang memberikan bunga terendah, berkisar sekitar 3-4%. Biasanya dipakai perusahaan untuk mempermudah transaksi pembayaran.
=>Tabungan
Tabungan layanan perbankan yang memberikan bunga diatas jasa giro, dan bisa diambil setiap saat.
=>Deposito
Deposito bunganya lebih tinggi tabungan, akan tetapi mesti disimpan untuk jangka waktu tertentu. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo biasanya dikenakan pinalti.
=>Reksadana Pasar Uang
Reksadana Pasar Uang yaitu reksadana yang berinvestasi pada pasar uang seperti Deposito, SBI dan obligasi jangka pendek. Biasanya tingkat pengembalian reksadana pasar uang lebih tinggi dari jasa giro tapi lebih rendah dari Deposito, akan tetapi bisa dicairkan setiap saat.
Tujuan investasi sementara adalah memanfatkan kas yang sementara menganggur (tidak dipakai) untuk mendapatkan tambahan aliran kas masuk.

Investasi sementara dikategorikan dalam neraca termasuk aktiva lancar. Kategori ini (investasi sementara sebagai aktiva lancar) bukan dilihat dari lamanyakepemilikan, tapi pada tujuan kepemilikan investasi sementara.
Ada sekuritas (surat berharga) yg tdk dikategorikan sbg investasi sementara, meskipun mudah dipasarkan dan harganya stabil :
1.      Saham perusahaan sendiri yg dibeli/ditarik kembali dari peredaran (treasury stock)
2.      Sekuritas yang dibeli untuk menguasai perusahaan lain.
3.      Sekuritas yang dimiliki untuk menjaga hubungan baik.
4.      Sekuritas lainnya yg tujuannya bukan untuk mendapatkan/menjadi sumber kas yang segera.

Sekuritas adalah salah satu bentuk investasi berupa sertifikat fisik (warkat) atau elektronik yang bisa diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Sekuritas diterbitkan oleh perusahaan sebagai bukti bahwa pemilik sekuritas mempunyai sebagian kepemilikan atas perusahaan atau memiliki piutang pada perusahaan yang menerbitkan. Bentuk sekuritas dapat berupa saham atau obligasi.
Ada 3 jenis sekuritas yang dapat dipilih:
  1. Sekuritas penghasilan tetap
Sekuritas jenis ini adalah obligasi, yakni surat utang jangka menengah-panjang yang diterbitkan oleh perusahaan/pemerintah dengan nilai nominal yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo tertentu. Jenis sekuritas ini dipengaruhi oleh suku bunga pasar. Jika suku bunga naik, maka harga obligasi turun, begitu pula sebaliknya. Keuntungan sekuritas ini berupa bunga yang dibayarkan pada periode tertentu, mulai dari 1 tahun hingga di atas 5 tahun.
  1. Sekuritas penghasilan tidak tetap
Jenis sekuritas penghasilan tidak tetap adalah saham yang juga merupakan sekuritas jangka panjang. Saham atau sekuritas ekuitas diterbitkan oleh perusahaan sebagai sumber pendanaan dan merupakan tanda penyertaan modal seseorang dalam suatu perusahaan. Sekuritas ini membuat pemiliknya memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  1. Sekuritas karakter pilihan
Jenis sekuritas karakter pilihan adalah warrant, yaitu hak yang dimiliki untuk membeli saham pada waktu tertentu dengan harga tertentu yang telah ditentukan oleh penerbit warrant. Sekuritas ini biasa digunakan sebagai tambahan sewaktu obligasi diterbitkan. Seperti saham, warrant juga dapat diperjualbelikan. Jenis warrant antara lain stock warrant dan index warrant.
                                                 
Sekuritas ekuitas adalah bukti  surat berharga yang menunjukan hak investor untuk mendapatkan bagian dari kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas kepemilikan modal yang terbagi ke dalam kepemilikan i saham biasa,saham preferen,atau modal saham lainnya termasuk juga hak untuk memperoleh atau melepas kepentingan kepemilikan pada harga kesepakatan, misalnya waran, atau opsi right dancall 
Sekuritas ekuitas dikatakan sekuritas siap jual yang diklasifikasi aktiva lancar jika sekuritas ekuitas siap untuk digunakan dalam periode operasi saat ini ,Sekuritas ekuitas investor akan mendapatkan deviden dari harga saham yang terjual ,sekuritas ekuitas  termasuk juga hak untuk memperoleh atau melepas kepentingan kepemilikan pada harga .

Kategori Sekuritas :
o   Sekuritas untuk diperdagangkan (trading) : sekuritas yang dibeli dan dimiliki terutama untuk dijual dalam waktu dekat untuk memperoleh pendapatan dari selisish harga beli dan harga jual jangka pendek. Pada nilai wajar dengan perubahan yang dilaporkan pada laba bersih.
o   Sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) : sekuritas yang dimiliki dengan tujuan untuk dijual di suatu waktu masa depan. Pada nilai wajar dengan perubahan yang dilaporkan pada bagian modal pemegang saham.
o   Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity) : sekuritas utang dimana investor memiliki tujuan dan kemampuan untuk memilikinya hingga jatuh tempo.  Atau pada biaya perolehan yang diamortisasi.

Dilihat dari segi waktu (lamanya), investasi dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu Investasi Lancar dan Investasi Jangka Panjang. Golongan pertama, investasi lancar yaitu investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama setahun atau kurang. Sedang investasi jangka panjang adalah investasi selain investasi lancar.  Terdapat beberapa jenis investasi yang dapat dibuktikan dengan sertifikat atau dokumen lain yang serupa.
Hakekat investasi jangka panjang adalah:
a)      Bagian dari aktiva perusahaan,
b)      Ditanamkan dalam bentuk tertentu
c)      Dimaksudkan untuk mencari keuntungan/menambah kekayaan atau untuk tujuan lainnya.
d)     Dalam waktu lebih dari satu tahun

TUJUAN INVESTASI JANGKA PANJANG
tujuan investasiadalah sebagai berikut:
a)  Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya.
b) Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
c) Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.

BENTUK-BENTUK INVESTASI JANGKA PANJANG
a) Investasi pada tanah atau bangunan (Investasi Properti), bukan untuk operasi perusahaan yang disebut dengan investasi properti.
b) Investasi dalam bentuk tabungan atau deposito
c) Investasi dalam saham atau obligasi.
Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Seperti tabungan atau deposito di bank, pada umumnya dapat mendatangkan pendapatan bunga tetap dengan resiko kecil, tetapi sewaktu-waktu mungkin terjadi likuidasi bank yang dapat mengakibatkan hilangnya investasi. Sedang untuk investasi di properti (rumah dan bangunan) menjanjikan keuntunganyang relatif tinggi tetapi juga beresiko tergusur atau terjadi kebakaran. Investasi jangka panjang dapat dilakukan perusahaan dalam bentuk obligasi atau saham.
Apabila diperbandingkan, kedua bentuk investasi tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Investasi jangka panjang dalam obligasi memberikan jaminan yang pasti atas penerimaan bunga selama kurun waktu tertentu. Bila tingkat bunga di pasaran menurun, tingkat bunga obligasi tidak berubah karena tingkat bunganya sudah ditetapkan dalam perjanjian awal. Di lain pihak, investasi jangka panjang dalam saham akan memberikan penghasilan yang lebih tinggi daripada tingkat bunga obligasi, apabila perusahaan mendapat keuntungan yang tinggi dan sebaliknya.
Selain itu, investasi dalam saham juga memberikan hak suara sebagai pemilik yang berarti turut menentukan kebijakan perusahaan. Investasi jangka panjang ke dalam saham atau obligasi lebih menguntungkan dari pada investasi dalam bentuk lain karena prosedur yang lebih mudah, dan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat (high return).
INVESTASI DALAM SEKURITAS EKUITAS
1. Sekuritas ekuitas adalah sekuritas yang menunjukkan kepemilikan pada suatu
entitas atas saham biasa, saham preferen atau modal saham lainnya.
2. Sekuritas ekuitas termasuk juga hak untuk memperoleh atau melepas kepentingan
kepemilikan pada harga kesepakatan, misalnya waran, atau opsi right dan call.
3. Obligasi  yang   bisa   dikonversi atau  saham  preferen   yang dapat ditebus tidak
diklasifikasikan sebagai sekuritas ekuitas.
4. Sekuritas   dicatat   pada   biaya   pembelian   sekuritas.  Biaya  pembelian  sekuritas
ekuitas termasuk: harga pembelian, komisi broker, dan komisi lainnya terkait
dengan pembelian. Apabila biaya sekuritas tidak dapat ditentukan, maka biaya
sekuritas ekuitas dicatat sesuai dengan nilai wajar atau nilai aktiva yang diterima
(apabila non kas)
5. Perlakuan  akuntansi terhadap sekuritas ekuitas ditentukan oleh besar kepemilikan
investor atas saham dari entitas penjual.

Investasi jangka panjang dalam sekuritas ekuitas
Salah satu karakteristik dari perekonomian bebas adalh banyaknya investasi antarperseroan. Apapun tujuan khusus dalam sekuritas perusahaan lain diharapkan akan meningkatkan keadaan ekonomi perusahaan yang membeli saham tersebut . Masalah akuntansi dan pelaporan investasi jangka panjang dalam sekuritas ekuitas akan dibahas pada bagian bagian ini :
1.     Perolehan saham
  INVESTASI DALAM SAHAM
Investasi dalam bentuk saham merupakan pembelian / penyertaan / kepemilikan perusahaan lain dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang berupa deviden.
Keuntungan lainnya bisa berupa Control Management: yaitu hak menentukan kebijakan atas perusahaan yang dibeli. Control management diperoleh jika kepemilikan saham mencapai jumlah mayoritas. Perusahaan yang melakukan investasi saham disebut Perusahaan Induk (Parent Company) sedangkan perusahaan yang mengeluarkan saham disebut Perusahaan Anak (Subsidiary Company) hubungan keduanya biasa disebut Perusahaan yang berafiliasi (parent Subsidiary Affiliation).

Perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk saham mempunyai maksud antara lain:
·         Memperkokoh jaringan pasar
·         Memperkuat distribusi
·         Menjaga suplai bahan baku
·         Memperkuat manajemen

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP KEPEMILIKAN SEKURITAS
Katergori Kepemilikan Saham :
KEPEMILIKAN KURANG DARI 20%
Ketika investor memiliki kepentingan kepemilikan kurang dari 20%, maka dianggap investor memiliki pengaruh yang kecil ataupun tidak memiliki pengaruh terhadap pemilik saham (investee). Jika harga pasar tersedia, maka sekuritas ekuitas dinilai dan dilaporkan  menggunakan metode nilai wajar (fair value method). Namun, apabila nilai pasar wajar tidak tersedia, maka investasi dinilai dan 
dilaporkan sebesar kos perolehan (Cost Method).

KEPEMILIKAN SAHAM ANTARA 20% DAN 50%
Kepemilikan saham antara 20% dan 50% saham entitas lainnya, suatu entitas dapat dianggap memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh yang signifikan merupakan kemampuan  untuk melakukan pengaruh pada suatu entitas (investee) terkait dengan:
  1. Menetapkan wakil pada dewan direktur
  2. Partisipasi dalam pembuatan keputusan
  3. Transaksi antar perusahaan
  4. Perubahan-perubahan atas personil-personil manajerial, atau
  5. ketergantungan teknologi
Apabila kepemilikan antara 20% dan 50% maka investor dianggap mampu melakukan pengaruh pada investee dan investor harus mencatat penyertaan dengan metode ekuitas.

KEPEMILIKAN MELEBIHI 50%
Apabila kepemilikan saham melebihi 50%, maka investor telah memiliki hak pengendalian pada investee. Perusahaan investor  disebut sebagai perusahaan induk (Parent Company) dan Investee merupakan perusahaan anak (subsidiary). Ketika kepemilikan mencapai 50% maka perusahaan induk wajib menyusun laporan keuangan , konsolidasi, sedangkan perusahaan induk tetap mencatat investasi dengan metode ekuitas. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi dibahas pada akuntansi keuangan lanjutan.

PENYAJIAN INVESTASI DI NERACA
  1. Sekuritas perdagangan disajikan sebagai aktiva lancar
  2. Sekuritas hutang yang ditahan sampai jatuh tempo (held to maturity)diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau aktiva tidak lancar tergantung tanggal jatuh tempo masing-masing sekuritas.
  3. Sekuritas hutang siap jual (available for sale) dikalsifikasi sebagai aktiva lancar atau non lancar tergantung tanggal jatuh tempo dan kapan akan dijual.
  4. Sekuritas ekuitas dikatakan sekuritas siap jual harus diklasifikasi lancar jika sekuritas ekuitas siap untuk digunakan dalam perode operasi saat ini.

 METODE PENCATATAN INVESTASI DALAM SAHAM
Yang dimaksud dengan persentase pemilikan saham adalah persentase jumlah
lembar saham yang dimiliki oleh investor dibandingkan dengan jumlah lembar saham
yang beredar. Persentase pemilikan saham dan metode pencatatannya adalah :
Persentase pemilikan  :                                   Metode Pencatatan :
Kurang dari 20%                                             Metode nilai wajar
20% sampai dengan 50%                                Metode ekuitas


A. METODE NILAI WAJAR

1.    KEPEMILIKAN KURANG DARI 20%
Ketika   investor  memiliki  kepentingan   kepemilikan  kurang   dari  20%,   maka
dianggap   investor   memiliki   pengaruh   yang   kecil   ataupun   tidak   memiliki   pengaruh
terhadap pemilik saham (investee). Jika harga pasar tersedia, maka sekuritas ekuitas
dinilai dan dilaporkan   menggunakan metode nilai wajar (fair value method). Namun,
apabila nilai pasar wajar tidak tersedia, maka  investasi dinilai dan dilaporkan sebesar
harga  perolehan   (Cost   Method).  Metode   nilai   wajar   mengharuskan   perusahaan
mengklasifikasi   sekuritas   ekuitas   pada   saat   pemerolehan   sebagai  Sekuritas   Tanpa
Perdagangan ( non  trading  securities )  ataupun  Sekuritas  Perdagangan (Trading
securities).
Untuk sekuritas perdagangan aturan akuntansi  dan pelaporan  menurut IFRS
adalah :
1. Investasi dinilai sebesar nilai wajar
2. Mencatat laba rugi yang belum direalisasi dalam lama bersih.
Sedangkan untuk sekuritas tanpa perdagangan ( non trading securities ) aturan
akuntansi dan pelaporan menurut IFRS adalah :
1. Investasi harus dinilai sebesar nilai wajar
2. Mencatat laba dan rugi yang belum direalisasi dalam other comperhensive income
( laporan laa rugi komperhensif ).
Jurnal untuk metode nilai wajar
1. Pada saat pembelian saham
Investasi Saham “sebesar harga perolehan saham”
Kas “sebesar kas yang dikeluarkan”
2. Pada saat pengumuman pembagian dividen
Tidak ada jurnal
3. Pada saat penerimaan dividen
Kas “sebesar dividen yang diterima”
Pendapatan dividen “sebesar dividen yang diterima”
4. Pada saat saham dijual
Kas “sebesar kas yang diterima”
Investasi saham “sebesar biaya saham”
Laba/rugi penjualan saham “selisih antara kas dengan investasi saham”


5. Pada saat penilaian berdasarkan fair value
Penyesuaian saham dengan nilai pasar “sebesar selisih nilai saham dengan nilai pasar”
Laba belum terealisasi   “sebesar selisih nilai saham dengan nilai pasar”


B.METODE EKUITAS
1.    KEPEMILIKAN SAHAM ANTARA 20% DAN 50%
Kepemilikan saham antara 20% dan 50% saham entitas lainnya, suatu entitas
dapat dianggap memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh yang signifikan merupakan
kemampuan  untuk melakukan pengaruh pada suatu entitas (investee) terkait dengan:
1. Menetapkan wakil pada dewan direktur
2. Partisipasi dalam pembuatan keputusan
3. Transaksi antar perusahaan
4. Perubahan-perubahan atas personil-personil manajerial, atau
5. ketergantungan teknologi

Pemegang saham yang kepemilikannya sebesar 20% sampai dengan 50% dari
seluruh jumlah saham beredar akan mencatat akan mencatat investasinya dengan metode
ekuitas (equity method). PSAK no.15 menyatakan bahwa metode ekuitas adalah metode
akuntansi yang mencatat investasi saham sebesar harga perolehannya dan selanjutnya
menyesuaikan dengan perubahan dalam bagian kepemilikan investor atas aktiva bersih
perusahaan yang terjadi  setelah perolehan.setiap periode akuntansi harga pokok surat
berharga harus disesuaikan dengan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan investee
sebanding dengan persentase pemilikannya.dividen yang diterima dicatat mengurangi
saldo rekening investasi saham. Pada akhir periode tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian
bila harga perolehan berbeda dengan nilai wajarnya.
Perolehan saham
Seperti kepemilikan saham kurang dari 20%, saham dapat diperoleh melalui berbagai
cara seperti dibeli tunai, melalui tukar menukar, atau dibeli secara lumpsum.
Penerimaan Dividen
Investor   memiliki   saham   20%   sampai   dengan   50%   akan   mencatat   dividen   yang
diterimanya sebagai pengurang rekening investasi saham.


KEPEMILIKAN MELEBIHI 50%    ( KONSOLIDASI )
Apabila kepemilikan saham melebihi 50%, maka investor telah memiliki hak
pengendalian pada  investee.  Perusahaan   investor    disebut sebagai perusahaan induk
(Parent   Company)  dan   Investee   merupakan   perusahaan   anak   (subsidiary).  Ketika
kepemilikan mencapai 50% maka perusahaan induk wajib menyusun laporan keuangan ,
konsolidasi,   sedangkan   perusahaan   induk   tetap   mencatat   investasi   dengan   metode
ekuitas. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi dibahas pada akuntansi keuangan
lanjutan.
mengeliminasi keuntungan yang direalisasi dari perhitungan laba komperhensif.


MASALAH PELAPORAN LAINNYA
Masalah-masalah berikut yang berkaitan dengan sekuritas hutang dan ekuitas :
1.      Penyajian Investasi dalam Laporan Keuangan
Kategori Investasi
Penilaian
Klasifikasi
Sekuritas perdagangan (hutang dan ekuitas)
Nilai wajar
Aktiva lancar
Dimiliki hingga jatuh tempo (hutang)
Biaya yang diamortisasi
Lancar atau tidak lancar bergantung pada tanggal jatuh tempo sekuritas individual
Hutang yang tersedia untuk dijual
Nilai wajar
Bergantung pada situasi. Lancar atau tidak lancar bergantung pada jatuh tempo serta ekspektasi penjualan dan penebusan tahun beriktunya
Ekuitas yang tersedia untuk dijual
Nilai wajar
Bergantung pada situasi. Lancar atau tidak lancar bergantung pada ekspektasi penjualan pada tahun berikutnya

Pengungkapan yang Diperlukan menurut Metode Ekuitas
·         Nama setiap investee dan persentase kepemilikan saham biasa
·         Kebijakan akuntansi investor berkaitan dengan investasi saham biasa
·         Selisih, jika ada, antara jumlah dalam akun investasi dan jumlah ekuitas yang mendasarinya dalam aktiva bersih perusahaan investee
·         Nilai aggregate dari setiap investasi yang diklasifikasikan berdasarkan harga pasar
·         Ketika investasi yang dihitung dengan metode ekuitas itu material secara keseluruhan, maka perusahaan mungkin  perlu menyajikan ikhtisar informasi yang berhubungan dengan aktiva, kewajiban dan hasil operasi perusahaan investee.

AKUNTANSI UNTUK INSTRUMEN DERIVATIF
Ada 3 jenis derivative yaitu : (1) Forward (2) Opsi (3) Swap
Forward dan Futures yaitu kontrak derivatif yang memberikan kepada pemegangnya kewajiban untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu pada suatu waktu dengan harga tertentu. Forward merupakan transaksi "over the counter" dan Futures merupakan transaksi yang dilakukan di bursa.
Options yaitu kontrak derivatif yang memberikan kepada pemegangnya hak bukan kewajiban untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu pada suatu waktu dengan harga tertentu.
Swap yaitu perjanjian antara 2 pihak untuk mempertukarkan sejumlah cash flow pada suatu periode tertentu. Contoh: Kedua perusahaan menghadapi risiko ketidakpastian tingkat bunga. Jika tingkat bunga tinggi, 

INSTRUMEN DERIVATIF adalah instrumen keuangan yang memperoleh nilai mereka dari nilai dan karakteristik dari satu atau lebih entitas yang mendasari seperti aset, indeks, atau tingkat suku bunga. 
PENGERTIAN DERIVATIF adalah kontrak yang bersifat bilateral atau perjanjian dalam penukaran pembayaran dengan penurunan nilai yang berasal dari produk turunan. Derivatif terdiri atas efek yang diturunkan dari instrumen efek lain yang disebut "underlying". Ada beberapa macam instrumen derivatif di Indonesia, seperti bukti right, waran dan kontrak berjangka.
Perbedaan antara Instrumen Keuangan Tradisional dan Derivatif
1.      Instrumen tersebut mempunyai : 1)  satu atau lebih dasar  2) provisi pembayaran yang teridentifikasi
2.      Instrumen tersebut memerlukan investasi kecil atau tanpa investasi sama sekali pada awal kontrak
3.      Instrumen tersebut mengharuskan atau memperbolehkan penyelesaian bersih

SEKURITAS YANG DIMILIKI SAMPAI JATUH TEMPO
Perusahaan menghitung sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo sebesar biaya yang diamortisasi,buakn pada nilai wajarnya. Jika manajemen beniat mempunyai sekuritas sampai jatuh tempo dan tidak untuk menjualnya,maka nilai wajar(harga jual) tidaklah relevan untuk mengukur dan mengevaluasi arus kas sekuritas ini. Karena tidak disesuaikan kenilai wajar, maka sekuritas ini tidak meningkatkan volatilitas laba/modal yang dilaporkan.
SEKURITAS YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL
Perusahaan melaporkan dalam neraca ,sekuritas yang tersedia untuk dijual pada nilai wajar,tetapi tidak melaporkan perubahan nilai wajar sebagai bagian dari laba bersih sampai sekuritas itu terjual.

PENILAIAN SURAT-SURAT BERHARGA
Adapun hal-hal yang harus diputuskan dalam investasi adalah sebagai berikut :
a.       Sekuritas apa yang menjadi pilihan investasi ?
b.      Berapa besar investasi ?
c.       Kapan investasi tersebut dilaksanakan ?
Untuk mengambil keputusan-keputusan tersebt diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Menentukan kebijakan investasi
Investor harus menentukan tujuan investasi dan berapa jumlah dana yang dipersiapkan untuk investasi tersebut.
b.      Analisis sekuritas
Tujuan analisis ini adalah mengetahui sekuritas karakteristik mispriced, yaitu sekuritas yang harganya bisa sangat tinggi atau sangat rendah. Dengan kata lain, sekuritas tersebut tidak stabil dalam hal pergerakan harga di bursa. Untuk mengetahui mispriced dapat digunakan analisis teknik dan analisis fundamental. Analisis teknik adalah analisis yang menggunakan data empiris berupa perubaahn harga pada masa lalu untuk mempredikisi harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis fundamental berguna untuk memprediksi harga di masa yang akan datang dengan cara memprediksi prospek perusahaan di masa yang akan datang.
c.       Penentuan portofolio
Portofolio adalah gabungan surat-surat berharga sebagai pilihan investasi. Prinsip portofolio menganut paham “don’t put all your eggs in one basket”. Jadi, dalam bermacam-macam sekuritas yang kita miliki, jka salah satunya mendapat keuntungan maka dapat menutup kerugian sekuritasa lainnya.
d.      Melakukan revisi portofolio
Pada tahap ini, dilakukan penilaian kembali terhadap tiga tahap sebelumnya. Jika berdasarkan penilaian kembali perlu dilakukan perubahan, maka pada tahap ini perubahan tersebut terjadi. Jangan lupa dengan semboyan “teliti sebelum membeli”.
e.      Penilaian hasil produksi
Pada tahap ini, investor melakukan evaluasi terhadap keuntungan yang diperoleh dan resiko yang harus ditanggung dari portofolio yang dimiliki.


AKUNTANSI UNTUK LEASE

AKUNTANSI UNTUK LEASE




DASAR-DASAR LEASING
Siapakah Pemainnya ?
Lease adalah perjanjian kontraktual antara lessor dan lessee yang memebrikan hak kepada lessee untuk menggunakan property tertentu  yang dimiliki oleh lessor, selama periode tertentu dengan membayar sejumlah uang (sewa) yang sudah ditentukan yang umumnya secara periodik.
            Siapa sajakah lessor yang memiliki property ? Pada umumnya mereka termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut ini :
1.      Bank
Bank merupakan pemain terbesar dalam bisnis lease. Mereka memiliki sumber dana rendah biaya, yang merupakan keuntungan dan kemampuan dalam membeli aktiva dengan harga yang rendah disbanding dengan competitor mereka.
2.      Perusahaan Captive Leasing
Perusahaan Captive leasing adalah perusahaan anak yang bisnis utamanya menjalankan operasi lease bagi perusahaan induknya
3.      Pihak Independen
Pihak Independen adalah yang terakhir dalam kategorri lessor. Porsi mereka telah menurun cukup dramatis seiring bank dan perusahaan captive menjadi lebih agresif atas pembiayaan lease.

Keuntungan Lease
1.      Pembiayaan 100% dengan Suku Bunga Tetap
Lease sering ditandatangani tanpa membutuhkan uang muka dari lessee, yang membantu menghemat dana kas yang terbatas khsusnya sangat diinginkan oleh perusahaan baru dan sedang berkembang
2.      Proteksi Terhadap Keusangan
Peralatan yang dilease dapat mengurangi risiko keusangan bagi lessee dan dalam banyak kasus memindahkan risiko nilai residu kepada lessor
3.      Fleksibilitas
Perjanjian lease memiliki lebih sedikit batasan-batasan bila dibandingkan dengan perjanjian hutang lainnya
4.      Pembiayaan Yang Lebih Murah
Beberapa perusahaan menyadari bahwa pembiayaan dari lease ternyata lebih murah daripada jenis pembiayaan lainnya.
5.      Keuntungan Pajak
Dalam beberapa kasus “perusahaan dapat ikut membuat kue dan memakannya” dengan keuntungan pajak yang datang dari lease. Yaitu dengan alas an laporan financial perusahaan tidak melaporkan aktiva atau kewajiban yang termasuk dalam perjanjian lease.
6.      Pembiayaan Di Luar Neraca (Off Balancing Sheet Financing)
Beberapa lease tidak mengakibatkan bertambahnya hutang pada neraca atau mempengaruhi rasio keuangan, tetapi dapat menambah kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman.

Sifat Konseptual Lease
1.      Jangan Mengkapitalisasi Setiap Aktiva yang Dilease
Karena lease tidak memiliki hak milik atas property yang dilease, maka kapitalisasi tidak perlu dilakukan.
2.      Mengkapitalisasi Lease Serupa dengan Pembelian Cicilan
Akuntansi harus melaporkan transaksi sesuai dengan substansi ekonominya, oleh karena itu jika pembelian cicilan dikapitalisasi, maka lease juga harus dikapitalisasi.
3.      Mengkapitalisasi Lease Jangka Panjang
Kapitalisasi hanya dilakukan atas hak jangka panjang untuk menggunakan property.
4.      Mengkapitalisasi Lease Perusahaan di mana Penalti atas Pelanggaran Perjanjian Berjumlah Substansial
Hanya mengkapitalisasi hak dan kewajiban kontraktual perusahaan (yang tidak dapat dibatalkan)


AKUNTANSI OLEH LESSEE
Jika lessee mengkapitalisasi lease, maka lessee mencatat aktiva dn kewajiban yang umumnya sama dengan nilai sekarang pembayaran sewa. Lessor yang sudah memindahkan secara substansial seluruh manfaat dan risiko kepemilikan, mengakui penjualan dengan mengeluarkan aktiva dari neraca dan menggantinya dengan piutang.
Karena sudah mengkapitalisasi aktiva, lessee akan mencatat penyusutan. Lessor dan lessee akan memperlakukan pembayaran lease sebagai pembayaran pokok dan bunga. Jika kontrak lease tidak dikapotalisasi, tidak ada aktiva yang dicatat oleh lessee dan tidak ada aktiva yang dikeluarkan dari pembukuan lessor. Pada saat pembayaran lease dilakukan, lessee mencatat beban sewa dan lessor mengakui pendapatan sewa.

Kriteria Kapitalisasi
1.      Pengujian Pengalihan Kepemilikan
Jika lease tersebut mengalihkan kepemilikan aktiva kepada lessee, maka lease itu dianggap sebagai lease modal
2.      Pengujian Opsi Pembelian dengan Harga Khusus
Opsi pembelian dengan harga khusus adalah sebuah provisi yang memungkinkan lessee untuk mebeli property yang dilease dengan harga yang signifikan lebih rendah dibandingkan nilai wajar property yang diharapkan pada tanggal opsi digunakan.
3.      Pengujian Umur Ekonomis (75%)
Jika periode lease sama dengan atau melebihi 75% dari umur ekonomis aktiva, di mana sebagian risiko dan imbalan atas pemilikan sedang dialihkan ke lessee, maka perlu dilakukan kapitalisasi. Akan tetapi penentuan atas masa lease dan umur aktiva dapat menjadi masalah. Jangka waktu lease umumnya dianggap sudah tetap dan tidak dapat dibatalkan
4.      Pengujian Pemulihan Investasi (pengujian 90%)
Jika nilai sekarang dari pembayaran lease minimum sama dengan atau melebihi 90% dari nilai pasar wajar aktiva, maka aktiva yang dilease harus dikapitalisasi.
Dalam menentukan nilai sekarang dari pembayaran minimum ada tiga, yaitu
·         Pembayaran sewa minimum
·         Nilai Residu yang Dijamin
·         Penalti atas Kegagalan Memperbarui atau Memperpanjang Lease
·         Opsi untuk membeli dengan Harga Khusus

Aktiva dan Kewajiban yang Diperlakukan Secara Berbeda
Dalam transaksi lease modal, lesse menggunakan lease sebagai sumber pembiayaan. Oleh karena itu, seumur hidup property yang dilease, pembayaran sewa kepada lessor mencakup pembayaran pokok ditambah bunga
·         Pencatatan Aktiva dan Kewajiban
Dalam metode leaswe modal, lessee memperlakukan transaksi lease seolah-olah aktiva telah dibeli dalam transaksi pembiayaan di mana aktiva diperoleh dan kewajiban diakui
·         Periode Penyusutan
Jika perjanjian lease mengalihkan kepemilikan aktiva kepada lessee atau menvakup opsi pembelian dengan harga khusus maka aktiva yang dilease disusutkan dengan cara yang konsisten dengan kebijakan penyusutan normal lessee atau aktiva yang dimilikinya, dengan menggunakan umur ekonomis aktiva
·         Metode Bunga Efektif
Metode bunga efektif digunakan untul mengalokasikan setiap pembayaran lease antara pokok dan bunga
·         Konsep Penyusutan
Walaupun jumlah awalnya dikapitalisasi sebagai aktiva dan dicatat sebagai kewajiban telah dihitung pada nilai sekarang yang sama, namun penyusutan aktiva dan pengurangan kewajiban adalah proses akuntansi yang indpenden selama jangka waktu lease.

Metode Lease Modal (Lessee)
Lease ini harus memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai lease modal dengan alasan sebagai berikut :
1.      Jangka waktu lease selama 5 tahun yang sama dengan estimasi umur ekonomis peralatan selama 5 tahun memenuhi pengujian 75%
2.      Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum melebihi 90% dari nilai wajar property


Metode Operasi (Lessee)
Dakam metode operasi, beban sewa harus diakrualkan dari hari ke hari ke lessee ketika property digunakan. Lessee membebankan sewa ke periode-periode yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva dan mengabaikan, dalam akuntansi, setiap komitmen untuk melakukan pembayaran di masa depan.

Perbandingan Lease Modal dengan Lease Operasi
1.      Kenaikan jumlah hutang yang dilaporkan (baik jangka pendek maupun jangka panjang)
2.      Kenaikan jumlah total aktiva (terutama aktiva jangka panjang)
3.      Laba yang rendah pada masa awal lease dan karenanya laba ditahan menjadi lebih rendah

AKUNTANSI OLEH LESSOR
Tiga keunggulan penting bagi lessor adalah sebagai berikut :
1.      Pendapatan Bunga
Leasing adalah salah satu bentuk pembiayaan, oleh bkarena itu lembaga keuangan dan perusahaan leasing menganggap leasing sangat menarik karena menyediakan marjin bunga yang  kompetitif
2.      Insentif Pajak
Perusahaan yang melease tidak dapat menggunakan pajak, tetapi memberikan mereka peluang untuk mengalihkan manfaat pajak semacam itu kepada pihak lain berupa pengembalian atas tariff sewa yang lebih rendah dari aktiva yang dilease
3.      Nilai Residu yang Tinggi
Keunggulan lain bagi lessor adalah pengembalian property pada akhir masa lease. Nilai residu dapat menghasilkan laba yang sangat besar.

Ekonomi Leasing
Lessor menentukan jumlah sewa berdasarkan tingkat pengembalian suku bunga implicit yang dibutuhkan untuk menjustifikasi leasing aktiva. Faktor-faktor penting yang dipertimbangkan dalam menentukan tingkat pengembalian adalah posisi kredit lessee, lamanya lease dan status nilai residu (dijamin vs tidak dijamin)

Klasifikasi Lease oleh Lessor
Semua lease harus diklasifikasikan untuk tujuan akuntansi sebagai berikut :
1.      Lease Operasi
2.      Lease Pembiayaan Langsung
3.      Lease Jenis Penjualan
Perbedaan lease pembiayaan langsung dengan lease penjualan bagi lessor adalah adanya atau tidak adanya laba atau rugi produsen atau penyalur. Semua lease yang tidak memnuhi kualifikasi lease pembiayaan langsung atau lease penjualan diklasifikasikan dan diperlakukan sebagai lease operasi.

Metode Pembiayaan Langsung (Lessor)
Lease pembiayaan lamgsung pada hakikatnya adalah pembiayaan atas pembelian aktiva oleh lessee. Pada jenis lease ini, lessor mencatat piutang lease alih-alih aktiva lease. Piutang lease ini menjadi nilai saat dari pembayaran minimum lease. Ingat bahwa pembayaran lease minimum mencakup :
1.      Pembayaran lease (tidak termasuk biaya executor)
2.      Opsi pembelian dengan harga khusus (jika ada)
3.      Nilai residu yang dijamin (jika ada)
4.      Denda atau penalty atas kegagalan memperbarui (jika ada)

Metode Operasi (Lessor)
Menurut metode operasi setiap penerimaan sewa oleh lessor dicatat sebagai pendapatan sewa. Jumlah pendapatan yang diakui dalam setiap periode akuntansi berjumlah sama (dasar garis lurus) tanpa memandang ketentuan atau provisi lease. Selain beban penyusutan, biaya pemeliharaan, dan biaya jasa lain yang diberikan menurut provisi lease dalam periode akuntansi berjalan juga dicatat sebagai beban. Lessor mengamortisasi setiap biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang independen seperti honor penaksiran, honor penemu, dan biaya kredit cek selama umur lease yang biasanya atas dasar garis lurus.

MASALAH-MASALAH AKUNTANSI KHUSUS
Karakterisitik perjanjian lease yang mengakibatkan masalah akuntansi yang unik adalah :
1.      Nilai Residu

o   Arti Nilai Residu
Nilai Residu adalah estimasi nilai wajar dari aktiva yang dikease pada akhir masa lease.
o   Dijamin vs Tidak Dijamin
Jika lessee setuju untuk membayar setiap kekurangan di bawah jumlah yang ditetapkan yang akan diterima oleh lessor berupa nilai residu pada akhir masa lease, maka jumlah yang akan ditetapkan tersebut adalah nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value)
            Nilai residu yang dijamin mencakup dua alasan. Pertama, adalah alasan bisnis, Kedua adalah manfaat akuntansi
o   Pembayaran Lease
Nilai residu yang dijamin memiliki jaminan realisasi yang lebih besar daripada nilai residu yang tidak dijamin. Sebagai akibatnya, lessor dapat menyesuaikan pembayaran lease karena kepatsian pemulihan semakin meningkat. Namun, sesudah tingkat ini ditentukan tidak ada perbedaan dari sudut pandang akuntansi apakah nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Investasi bersih yang akan dicatat lessor akan tetap sama
o   Akuntansi Lessee untuk Nilai Residu
Terdiri dari dua bagian, yaitu Nilai Residu yang Dijamin dan Nilai Residu yang Tidak Dijamin
o   Akuntansi Lessor untuk Nilai Residu
Investasi bersih yang akan dipulihkan oleh lessor akan sama apakah nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Lessor mengasumsikan akan merealisasi nilai residu pada akhir masa lease apakah dijamin atau tidak.

2.      Lease Jenis Penjualan (Lessor)
Ketika mencatat pendapatan penjualan dan harga pokok penjualan, ada perbedaan antara akuntansi untuk nilai residu yang dijamin dan tidak dijamin. Nilai residu yang dijamin dapat dianggap sebagai bagian dari pendapatan penjualan karena lessor mengetahui bahwa seluruh aktiva telah terjual. Terdapat kepastian yang kecil bahwa bagian nilai residu yang tidak dijamin dari aktiva telah “terjual” oleh karena itu penjualan dan harga pokok penjualan hanya diakui untuk bagian aktiva yang realisasinya terjamin. Jumlah laba kotor dari penjualan aktiva asalah sama apakah nilai residu yang digunakan dijamin atau tidak dijamin.

3.      Opsi Pembelian dengan Harga Khusus
Opsi pembelian dengan harga khusus memungkinakan lessee untuk membeli property yang dilease dengan harga yang jauh di bawah perkiraan nilai wajar property di masa depan. Harga tersebut begitu menguntungkan pada awal lease sehingga bisa dipastikan bahwa opsi ini akan digunakan, Jika terdapat opsi pembelian dengan harga khusus, maka lessee harus menambahkan nilai sekarang dari pembayaran lease minimum dengan nilai sekarang dari harga opsi.

4.      Biaya Langsung Awal (Lessor)
Ada dua jenis biaya langsung awal. Pertama, biaya langsung incremental adalah biaya-biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang independen, yangvterjadi pada awal perjanjian lease. Kedua, biaya langsung internal adalah biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh lessor pada lease tertentu. Namun biaya langsung awal tidak boleh mencakup biaya tidak langsung internal. Akuntansi untuk biaya langsung awal bergantung pada jenis leasenya :
1.      Untuk lease operasi, lessor harus menangguhkan biaya langsung awal dan mengalokasikannya selama jangka waktu lease sacara proporsional dengan pendapatan sewa
2.      Dalam transaksi leasi jenis penjualan, lessor membebankan biaya langsung awal pada tahun terjadinya, yaitu dibebankan pada periode di mana laba atas penjualan diakui
3.      Dalam lease pembiayaan langsung, biaya langsung awal ditambahkan ke investasi dalam  lease dan diamortisasi selama umur lease sebagai penyesuaian hasil.



5.      Lancar versus Tidak Lancar
Menurut IASB no 13, tidak mengindikasikan cara untuk mengukur jumlah lancar atau tidak lancar, pernyataan ini mengharuskan bahwa kewajiban lessee harus diidentifikasikan secara terpisah di dalam neraca sebagai kewajiban menurut lease modal dan harus dianggap dalam beberapa situasi, sebagai kewajiban lainnya ketika mengklasifikasikannya sebagai kewajiban lancar dan tidak lancar pada neraca  berklasifikasi. Metode yang paling umum digunakan untuk mengukur bagian kewajiban lanvcar dalam lease anuitas biasa adalah perubahan metode nilai sekarang

6.      Mengungkapkan Data Lease
Persyaratan pengungkapan ini menyediakan informasi berikut ini :
o   Deskripsi umum mengenai sifat perjanjian lease
o   Sifat, waktu dan jumlah tunai masuk dan tunai keluar dalam tiap tahun dari lima tahun ke depan
o   Jumlah pemasukan dan pengeluaran lease yang dilaporkan dalam laporan laba rugi tiap periode
o   Deskripsi dan jumlah aktiva lease menurut klasifikasi umum neraca dan kewajiban terkait
o   Jumlah piutang dan jumlah pemasukan belum didapat yang sesuai perjanjian lease

AKUNTANSI LEASE-MASALAH YANG BELUM TERPECAHKAN
Untuk menghindari kapitalisasi aktiva yang dilease, perjanjian lease dirancang, ditulis dan diinterpretasikan sehingga tidak satu pun dari empat kriteria kapitalisasi lease yang terpenuhi dari sudut pandang lessee. Pengaturan perjanjian lease seperti itu tidak terlalu sulit jika spesifikasi berikut terpenuhi :
1.      Pastikan bahwa lease tidak mencakup pengalihan hak kepemilikan property kepada lessee
2.      Jangan memasukkan opsi pembelian dengan harga khusus
3.      Tetapkan masa lease lebih kecil dari 75% dari estimasi umur ekonomus property yang dilease
4.      Atur agar nilai sekarang dari pembayaran lease minimum lebih kecil dari 90% dari nilai wajar property yang dilease

Menghindari tiga kriteria pertama relative mudah, tetapi membutuhkan sedikit kecerdikan untuk menghindari pengujian pemulihan 90% bagi lessee sekaligus memenuhi keinginan lessor. Penggunaan suku bunga yang lebih tinggi oleh lessee memungkinkan merupakan alasan yang lebih popular. Penjaminan nilai residu adalah cara lain yang unik tetapi umum digunakan oleh lessee dan lessor

Rabu, 04 Mei 2016

Pengertian Anggaran

Pengertian Anggaran




Anggaran yaitu suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan  perusahaan yang dinyatakan dalam unit kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu  perusahaan yang dinyatakan dalam unit kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
Sedangkan menurut  Gunawan Adi Saputra, Mawan Asri, dalam bukunya Anggaran Perusahaan, edisi 2, 1988 memberi definisi anggaran perusahaan sebagai suatu pendekatan formal dan sistimatis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Beberapa inti dari definisi anggaran yang dapat dikemukakan di sini ada tiga hal antara lain:
Ø  Bersifat formal, artinya anggaran tersebut disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis.
Ø  Bersifat sistematis, artinya anggaran tersebut disusun dengan berurutan dan berdasarkan suatu logika.
Ø  Bahwa setiap saat manajer  dihadapkan pada suatu tanggung jawab untuk mengambil keputusan dalam rangka pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen.

Anggaran Bank
Pada dasarnya tidak ada perbedaaan filosofi antara anggaran untuk perusahaan industry manufacturing dengan industry perbankan. Dalam penyusunan anggaran bank ini akan dihadapi berbagai kesulitan terutama dikarenakan produk dari perbankan yang bersifat abstrak, seperti halnya pada perusahaan-perusahaan jasa lainnya. Kesulitan yang kedua yaitu menyangkut adanya nilai mata uang (purchasing power), kurs berbagai mata uang asing yang cepat berubah. Akibat dari dua hal ini akan menimbulkan tolak ukur atau standard of performance.
Kesulitan lain yang memerlukan perhatian khusus dalam penyusunan anggaran yaitu masalah besarnya alat likuid yang dimiliki oleh industry perbankan,, yang sekaligus memiliki dua fungsi yaitu sebagai alat likuid dan dilain pihak sebagai barang yang diperdagangkan. Hal ini selalu menimbulkan dilema antara likuiditas dan rentabilitas. Semakin tinggi tingkat likuiditas, tingkat rentabilitas akan terancam karena banyaknya idle fund dan sebaliknya.

Manfaat Anggaran
Manfaat dari anggaran dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Dengan adanya anggaran maka sasaran usaha yang dicapai bank yang bersangkutan untuk suatu jangka waktu tertentu akan menjadi jelas, baik dalam kualitas maupun dalam nilai rupiahnya. Masing-masing tingkat  manajemen akan mengetahui dengan jelas target usahanya yang akan dicapai.
b.      Secara tidak langsung dengan disusunnya anggaran akan mengakibatkan perbaikan dari organisasi bank yang bersangkutan.
c.       Dengan adanya anggaran akan mendorong terjadinya profesionalisme dan perbaikan “managerial skill” dari setiap personil anggota organisasi.
d.      Dengan adanya anggaran tersebut akan tersedia bagi manajemen bank yang bersangkutan suatu alat koordinasi dan pengawasan, yang akan sangat berguna untuk mengendalikan kegiatan dan usahanya di dalam mencapai sasaran seperti yang telah ditetapkan dalam rencana.
e.       Anggaran bermanfaat untuk perbaikan kemampuan bank dalam memberikan jasa-jasa kepada para nasabahnya.
f.       Memberikan kesempatan bagi bank dalam meningkatkan profitability dari bank yang bersangkutan.
g.      Dengan adanya anggaran, bank juga mempunyai kemampuan untuk mengadakan reaksi yang lebih baik dalam menghadapi perkembangan usaha yang diluar dugaan.

Konsep Anggaran
Ditinjau dari sudut fungsi manajemen perbankan maka anggaran tersebut harus pula dapat memberikan tuntunan terhadap pelaksanaan masing-masing pihak pelaksana terhadap pelaksanaan fungsi manajemen, yang meliputi fungsi pelaksanaan, fungsi organizing, fungsi staffing, fungsi directing (actuating) sampai akhirnya fungsi controlling.
Agar konsepsi budget sebagai alat profit planning dan control ini dapat berhasil dan memuaskan, maka dalam proses penyusunan anggaran tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.      Perlu adanya keikutsertaan dari semua tingkat manajemen baik top manajer, middle manajemen maupun lower manajemen.
2.      Adanya struktur organisasi yang menetapkan masing-masing fungsi yang ada dengan jelas akan menggambarkan adanya Line of Authorities and Responsibilities dari para fungsionaris tersebut.
3.      Perlu adanya system informasi yang baik.
4.      Organisasi anggaran harus didukung oleh biaya, tenaga peralatan-peralatan, brainware, software yang memadai.
5.      Anggaran yang disusun berdasarkan kemampuan diri dan peluang-peluang yang dapat dijangkau secara normal.
6.      Harus adanya tindaklanjut yang terus menerus di dalam pelaksanaan anggaran.


BUDGETING AKUNTANSI ANGGARAN PERUSAHAAN

BUDGETING AKUNTANSI
ANGGARAN PERUSAHAAN

BAB I
PENDAHULUAN 

1.1 LATAR BELAKANG
Penyusunan anggaran pada suatu perusahaan sangatlah erat kaitannya
dengan manajemen, khususnya yang berhubungan dengan penyusunan
rencana (planning), pengkoordinasian kerja (coordinating) dan pengawasan
kerja (controling). Oleh karena itu anggaran hanyalah sebagai alat bagi
manajemen, maka dari itu meskipun suatu anggaran telah disusun dengan
begitu baik dan sempurna, namun kehadiran manajer masih mutlak
diperlukan. Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa
pelaksanaan serta realisasinya nanti juga akan baik dan sempurna tanpa
dikelola oleh tangan-tangan manajer yang terampil dan berbakat.
Oleh karena itu, dengan adanya manajemen dalam perusahaan
sangatlah diperlukan dalam penyusunan anggaran untuk mencapai tujuan dari
perusahaan.
Perencanaan dan pengendalian laba merupakan proses yang ditujukan
untuk membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan
dan pengendalian secara efektif. Agar perusahaan dapat
mencapai target laba yang diinginkan, maka perusahaan harus membuat
rencana laba yang menjadi dasar bagi manajemen perusahaan untuk
merumuskan rencana yang akan dilaksanakan dalam tahun tersebut.
Dengan adanya evaluasi penerapan anggaran dapat diketahui berapa
banyak keuntungan yang akan diperoleh selama periode yang telah ditentukan
oleh perusahaan, Perencanaan dan pengendalian laba merupakan persoalan yang cukup
penting bagi manajemen, perencanaan efektif dan pengendalian laba yang
sistematis merupakan sesuatu hal yang sangat penting sehingga dalam
program perencanaan dan pengendalian harus menggunakan pendekatan yang
layak diterapkan pada setiap masalah. Program perencanaan dan
pengendalian tidak dapat memecahkan masalah-masalah khusus personalia,
tetapi dapat mengarahkan pertimbangan yang seksama terhadap masalah
tersebut dan membantu penempatannya secara perspektif. Perencanaan yang
efektif dalam pengendalian laba jangka panjang dan jangka pendek akan
menguntungkan perusahaan dimasa mendatang.


1.2 RUMUSAN MASALAH
1.  Pengertian dan Kegunaan Peranggaran?
2.  Apa Tujuan dan Manfaat dari Anggaran?
3.   Apa saja jenis-jenis anggaran pada perusahaan?
4.  Faktor yang mempengaruhi budgeting?


BAB II
ISI


1.     Pengertian Anggaran
Menurut Glenn A Welsch anggaran adalah laba perencanaan dan kontrol secara luas seperti yang didefinisikan sebagai pendekatan sistematis dan formal untuk mencapai perencanaan, koordinasi dan tanggung jawab kontrol manajemen
Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha.
Ø Kegunaan Anggaran
1.      sebagai pedoman kerja
2.      sebagai alat pengkoordinasi kerja
3.      sebagai alat pengawasan kerja
Anggaran (Budget) yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang sering dinamakan Budget Komprehensif. Secara garis besar isi dari Budget Komprehensif terdiri dari:
  1. Budget Taksiran (Forecasting Budget), berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dan keadaan (posisi) financial perusahaan pada saat tertentu pada waktu yang akan datang.
  2. Budget Variabel, berisi tentang tingkat perubahan atau variabilitas biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya ”semi-variabel” sehubungan dengan adanya produktivitas perusahaan.
  3. Analisa Statistika dan Matematika Pembantu, yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.
  4. Laporan Budget (Budget Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dan realisasinya sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan sebab-sebabnya, baik yang bersifat positif (menguntungkan) maupun negative (merugikan), sehingga dapat ditarik kesimpulan dan tindak lanjut (follow-up) yang segera perlu dilakukan.

2.     Tujuan Anggaran
Adapun tujuan penyusunan anggaran adalah :
·         Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  • Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
  • Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok  dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  • Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
  • Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.
Ø Manfaat Anggaran
Budgeting mempunyai manfaat yang pada dasarnya sama, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
Dalam bidang perencanaan
·         Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-lain.
·         Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga operasional.
·         Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
·         Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.
·         Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakinatkan tidak stabilnya tingkat employment
·         Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.
Dalam bidang koordinasi
·         Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan. Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
·         Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha. Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.
·         Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang, sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.
·         Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.
Dalam  bidang pengawasan
·         Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran. Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.
·         Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.

3.     Jenis- Jenis Anggaran Perusahaan
Ø  Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan adalah anggaran yang menerangkan secara terperinci tentang penjualan perusahaan di masa datang di mana di dalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat penjualan barang.
Tujuan utama dari anggaran penjualan adalah:
a.        Mengurangi ketidakpastian dimasa depan.
b.        Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan.
c.        Memberikan informasi dalam profit planing control.
d.        Untuk mempermudah pengendalian penjualan.
Suatu anggaran penjualan yang lengkap sebaiknya menunjukkan gambaran sebagai berikut :
a.        Penjualan dirinci menurut bulan, kwartalan, semester dan tahunan.
b.        Penjualan dirinci menurut jenis-jenis produk.
c.        Penjualan dilakukan menurut daerah pemasaran.

Ø  Anggaran Produksi
Anggaran produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang pada suatu priode tertentu dimasa depan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diramalkan. Dan adapun tujuan dari perencanaan produksi adalah sebagai berikut :
A . Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang diproduksi supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.
B . Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap mempunyai market share tertentu.
C .  Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien tertentu.
D . Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada dapat sernakin berkembang.

Ø  Anggaran Bahan Baku
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan budget biaya bahan mentah antara lain:
a.        Budget unit kebutuhan bahan mentah
b.        Budget pembelian bahan mentah
c.        Metode Akuntansi (pembukuan bahan mentah) yang dipakai oleh perusahaan, khususnya yang berhubungan dengan masalah penilaian bahan mentah yang diolah dalam proses produksi. Adapun metode pembukuan bahan mentah itu ialah:
ü Metode FIFO (First In First Out)
ü Metode LIFO (Last In First out)
ü Moving Average

Ø  Anggaran Tenaga Kerja
Secara struktural, anggaran tenaga kerja harus sesuai dengan struktur rencana tahunan, oleh karena itu anggaran ini harus menunjukkan biaya dan jam kerja langsung menurut tanggung jawab, menurut waktu, dan menurut produk.
Banyak perusahaan mengembangkan standar-standar kerja yang realistis untuk banyak aktivitas. Standar ini dibandingkan dengan hasil sebenarnya dan dilaporkan setiap hari. Laporan ini pada dasarnya menunjukkan:
a.        Jam yang dikerjakan sebenarnya.
b.        Jam standar untuk produksi sebenarnya.
c.        Selisih waktu
Di samping biaya kerja langsung sehari-hari, kadang laporan juga dibuat bulanan. Di dalam laporan ini harus menyajikan informasi yang sebenarnya. Laporan ini dimaksudkan manajemen untuk menilai status pengendalian. Laporan ini menggugah manajemen untuk melakukan efisiensi operasi yang lebih tinggi. Laporan pelaksanaan kerja langsung dapat berupa:
a.         Laporan-laporan tersendiri.
b.        Dimasukkan dalam laporan departemen

Ø  Anggaran Anggaran Overhead
Anggaran biaya overhead yaitu anggaran biaya yang berisikan biaya-biaya selain dari biaya bahan baku dan tenaga kerja, yang ada pada proses produksi di perusahaan.
Karena kerumitan, maka pihak manajemen harus dengan bijaksana dan hati-hati membuat keputusan yang menyangkut masalah biaya overhead ini, agar tidak terjadi suatu anggaran yang menyimpang terlalu besar.

Ø  Anggaran Persediaan
Pada dasarnya unsur-unsur biaya yang terdapat dengan adanya persediaan terdiri dari :
a. Biaya pemesanan (Ordering Cost)
Yaitu biaya yang timbul berkenan dengan adanya pemesanan barang dari perusahaan kepada supplier. Contohnya yaitu biaya administrasi pembelian, biaya pengangkutan, biaya bongkar, biaya penerimaan dan pemeriksaan. Biaya ini relatif konstan untuk tiap kali pemesanan.
b.  Biaya yang terjadi dari adanya persediaan (Inventory Carrying Cost).
Merupakan biaya yang timbul sebagai konsekuensi pengadaan sejumlah tertentu persediaan di perusahaan. Contohnya yaitu  biaya sewa gudang, gaji pengawas dan pelaksana gudang, biaya peralatan, asuransi dan lain-lain. Biaya ini tidak ada seandainya perusahaan tidak mengadakan persediaan.
c. Biaya kekurangan persediaan (Out of Stock Cost)
Yaitu biaya yang timbul akibat terlalu kecilnya persediaan dari yang seharusnya. Sehingga perusahaan terpaksa mencari tambahan persediaan baru. Jadi, perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan bila ingin memenuhi keinginan langganan atau biaya-biaya yang timbul dari pengiriman kembali pesanan bila pesanan ditolak.
d. Biaya yang berhubungan dengan kapasitas (Capacity Assciated Cost)
Merupakan biaya yang timbul berkenaan dengan terlalu besar atau kecilnya kapasitas yang digunakan pada periode tertentu. Contohnya adalah upah lembur, biaya latihan, biaya pemberhentian kerja dan biaya lain sebagai akibat tidak digunakannya kapasitas.
Ø  Anggaran Barang Modal
Komponen kegiatan proses budget tahunan untuk perencanaan pengendalian pengeluaran barang modal:
a.  Menemukan dan membuat proyek penambahan barang modal dan kebutuhan lain.
b. Membuat dan memperbaiki usulan penambahan barang modal, pengumpulan data yang relevan tentang setiap usulan, termasuk setiap alternatif yang relevan.
c. Menganalisis dan mengevaluasi semua penambahan barang modal, usulan dan alternatif.
d. Membuat keputusan pengeluaran untuk barang modal untuk menyetujui altematif yang terbaik dan memberikan keputusan proyek untuk alternatif yang dipilih.
e. Membuat budget pengeluaran untuk barang modal.

Ø  Anggaran Kas
Penyusunan anggaran ini mencakup dua sektor yaitu :
·         Sektor Penerimaan kas berasal dari:
ü  Penjualan tunai barang jadi yang diproduksi
ü  Penagihan Piutang
ü  Penjualan Aktiva tetap
ü  Penerimaan lain-lain (Non Operating), seperti misalnya penghasilan bunga,
ü  penghasilan sewa, penghasilan dividend, dan sebagainya.
·         Sektor pengeluaran kas berupa pengeluaran untuk biaya-biaya, baik biaya-biaya utama (operating), maupun biaya-biaya bukan utama (non Operating), seperti :
ü  Pembelian tunai bahan mentah
ü  Pembayaran utang
ü  Pembayaran upah tenaga kerja langsung
ü  Pembayaran biaya pabrik tidak langsung
ü  Pembayaran biaya administrasi
ü  Pembayaran biaya penjualan
ü  Pembelian aktiva tetap
ü   Pembayaran lain-lain (non Opearting), seperti misalnya pembayaran biaya bunga, pembayaran biaya sewa, dan sebagainya.

4.      Faktor yang memengaruhi penyusunan budget.
·         Faktor interen
Yang dimaksud dengan faktor intern adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Yang dapat berupa: Penjualan tahun –tahun lalu, kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, kapasitas produksi dll).
·         FaktorEkstern
Faktor ekstern meliputi, data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi memiliki pengaruh terhadap kehidupan perusahaan.Yang dapat berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, perekonomian nasional, berbagai kebijakan pemerintah dll. 




BAB III
KESIMPULAN

Dari uraian di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan dari Anggaran Perusahaan yaitu;
·      Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagi alat untuk merumuskan rencana perusahaan dan untuk menjalankan pengendalian terhadap berbagai kegiatan perusahaan secara menyeluruh. Dengan demikian, anggaran merupakan suatu alat manajemen yang dapat digunakan baik untuk keperluan perencanaan maupun pengendalian.
·         Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti.
·         Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika.
·         Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambilkeputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yangberdasarkan asumsi tertentu.
·         Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan pengawasan.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Adisaputro, Gunawan dan Asri, Marwan, Anggaran Perusahaan Buku 1, , Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.Yogyakarta, 2010.

http://wennyfeb.blogspot.com/2012/11/makalah-makul-penganggaran-perusahaan.html?%3Em=1

Munandar, M. 1986. Budgeting. BPFE, Yogyakarta
http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/07/anggaran-budgeting.html
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/pengertian-definisi-manfaat-tujuan-anggaran